Senin, 02 September 2013

Diet Bagi Ibu Hamil Dengan Obesitas


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Kesejahteraan ibu dan anak dapat dilihat dari tingginya Angka Kematian Ibu dan Anak (AKI dan AKA ). Di indonesia angka AKI dan AKA masih termasuk tinggi dibandingkan dengan negara maju. Walaupun mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, namun presentasinya masihlah tinggi.
Hal tersebut juga ditentukan dari kesehatan ibu. Salah satu penyebab kematian ibu dan bayi yaitu obesitas yang dapat menyebabkan berbagai masalah. Sehingga obesitas harus dihindari dan diatasi sengan benar. Salah satunya dengan mengatur menu makanan.

B.     TUJUAN
1.      Mengurangi angka kematian ibu dan janin
2.      Maningkatkan kesehatan ibu hamil
3.      Agar persalinan berjalan dengan normal
4.      Tidak terjadi komplikasi yang tidak diinginkan

C.     RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana ibu hamil dapat mengalami obesitas ?
2.      Bagaimana cara pencegahan sehingga tidak mengalami obesitas ?
3.      Apa saja komplikasinya bila ibu mengalami obesitas ?









BAB II
ISI

A.    DEFINISI
Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Obesitas selalu berdampak buruk pada setiap orang yang mengalaminya. Begitu pun pada ibu hamil yang mengalami obesitas baik sebelum maupun saat kehamilan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan American college of obstetrics and gynecology, obesitas selama kehamilan dapat membahayakan untuk ibu dan bayi. Ibu hamil yang obesitas akan mudah terkena komplikasi termasuk diabetes selama kehamilan dan preeklampsia atau toxemia (gangguan yang muncul saat kehamilan dan biasanya saat usia kehamilan mencapai 20 minggu).
Kelebihan berat badan pada ibu hamil akan mengakibatkan bayi lahir prematur, sulitnya proses melahirkan karena pertumbuhan atau berat badan bayi lebih besar daripada seharusnya, kesulitan bernafas dan kerusakan pada otak.

B.     PENYEBAB OBESITAS
Kebanyakan ibu hamil mengalami obesitas karena kelebihan makan. Mitos yang mengatakan bahwa ibu hamil makan untuk dua orang menjadikan para ibu hamil makan dengan porsi berlebih. Akhirnya terjadilah penumpukan kalori dan sisa asupan energi yang berujung pada diabetes. Mitos tersebut keliru, sebenarnya kebutuhan makan ibu hamil hanya naik rata-rata 10-15 %. Saat ini kasus diabetes pada masa kehamilan (gestatitional diabetic) semakin meningkat, penyebab utamanya adalah obesitas. Akibat peningkatan resiko tersebut, setiap ibu hamil diwajibkan melakukan screening kadar gula darah terutama saat usia kehamilan menginjak minggu ke 24 -28.



C.     GEJALA OBESITAS
Penimbunan lemak yang berlebihan dibawah diafragma dan di dalam dinding dada bisa menekan paru-paru, sehingga timbul gangguan pernafasan dan sesak nafas, meskipun penderita hanya melakukan aktivitas yang ringan. Gangguan pernafasan bisa terjadi pada saat tidur dan menyebabkan terhentinya pernafasan untuk sementara untuk sementara waktu (tidur apneu), sehingga pada siang hari penderita sering merasa gemuk. Obesitas bisa menyebabkan berbagai masalah ortopedik, termasuk nyeri punggung bawah dan memperburuk osteortritis (terutama di daerah pinggul, lutut, dan pergelangan kaki). Kadang juga sering ditemukan kelainan kulit. Seseorang yang menderita obesitas memiliki permukaan tubuh yang relatif lebih sempit dibandingkan dengan berat badannya, sehingga panas tubuh tidak dapat dibuang secara efisien dan mengeluarkan keringat yang lebih banyak. Sering juga ditemukan edema (pembengkakan akibat penimbuna sejumlah cairan) di daerah tungkai dan pergelangan kaki.

D.    RESIKO OBESITAS
Obesitas bukan hanya tidak enak dipandang mata tetapi merupakan dilema kesehatan yang mengerikan. Obesitas secara langsung baerbahaya bagi kesehatan seseorang. Obesitas meningkatkan resiko terjadinya sejumlah penyakit menahun seprti :
1.      Diabetes tipe 2 (timbul pada masa dewasa)
2.      Tekanan darah tinggi (hipertensi)
3.      Stroke
4.      Serangan jantung (infark miokardium)
5.      Gagal jantung
6.      Kanker (jenis kanker tertentu, misalnya kanker prostat dan kanker usus besar)
7.      Batu kandung empedu dan batu kandung kemih
8.      Tidur apneu (kegagalan untuk bernafas secara normal ketika sedang tidur, sehingga menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dalam darah)
9.      Syndroma pickwickian (obesitas disertai wajah kemerahan, under ventilasi dan ngantuk)

E.     DAMPAK OBESITAS PADA IBU HAMIL
1.      Meningkatnya angka kematian bayi
2.      Bayi yang dilahirkan terganggu pertumbuhannya
3.      Kesuburan menurun
4.      Tekanan darah tinggi
5.      Diabetes (gestatitional diabetik)
6.      Membutuhkan operasi secar        
7.      Ibu mengalami preeklampsia

F.      PRINSIP DIET IBU HAMIL DENGAN OBESITAS
a.       Tujuan diit pada ibu hamil dengan obesitas
Ø Memberikan makanan rendah kalori guna mencapai berat badan normal
Ø Mempertahankan tumbuh kembang bayi yang normal
Ø Mempertahankan kesehatan ibu hamil
Ø Menghindari terjadinya komplikasi kehamila
b.      Syarat diit pada ibu hamil dengan obesitas
Ø Kalori dikurangi sebanyak 500-700 dibawah kebutuhan normal. Pengurangan konsumsi karbohidrat dan lemak
Ø Protein tinggi untuk pertumbuhan bayi dan pembentukan sel darah merah
Ø Tinggi vitamin dan mineral
Ø Tinggi serat untuk memberi rasa kenyang
c.       Pedoman untuk mengurangi lemak
Ø Sayuran-sayuran
a. Kurangi konsumsi sayuran dengan bumbu kacang yang digoreng, ganti dengan bumbu kacanga yang disangrai
b. Batasi konsumsi sayuran dengan bumbu kelapa yang berlebihan (seperti, urapan), atau santan kental
c. Batasi konsumsi sayuran dengan dressing keju yang berlebihan, contohnya salad
d. Komsumsi sayuran dengan cara direbus, dikukus, didalam bentuk segar
Ø Buah-buahan
a. Konsumsi buah-buahan dalam bentuk segar
b. Kurangi konsumsi buah-buahan yang berlemak
Ø Nasi, sereal dan roti
a. Kalau bisa konsumsi nasi beras tumbuk/ nasi agar dan roti yang mengandung bekatul/ havermouth
b. Batasi serela dan krackers yang berminyak/ mengandung lemak lebih dari 2 potong/hr
c. Batasi kebiasaan sarapan dengan roti mentega dan susu full cream
Ø Susu
a. Gunakan susu skim, susu kedelai atau yogurth yang rendah lemak
b. Pilih keju rendah lemak, misalnya Cottage Cheese
c. Pilih es krim yang tidak mengandung susu, misalnya es krim yang terbuat dari sari buah
d. Pilih makanan pencuci mulut yang terbuat dari makanan berserat seperti agar-agar dengan saus dari susu krim
Ø Protein
a. Pilih daging tidak berlemak dan berwarna cerah seperti daging ayam kampung (tanpa kulit), ikan, dll
b. Hindari konsumsi jerohan, daging berlemak, otak, kepala dan brutu ayam
c. Tingkatkan konsumsi protein nabati sebagai pengganti, seperti tahu, tempe, kacang hijau, dll
d. Batasi konsumsi lauk yang digoreng, diolah dengan santan kental
e. Masak dengan cara merebu, memanggang, menumis, memepes  
Ø Lemak
Kurangi konsumsi minyak goreng sampai 1 sendok makan per hari (10 gr)

G.    MENU MAKANAN UNTUK PENDERITA OBESITAS PADA IBU HAMIL
Yang perlu dibatasi adalah makanan berkalori tinggi seprti nasi, daging berlemak, jeroan, kuning telur. Juga makanan berlemak tinggi seperti es krim, ham, sosis, cake, cokelat, dendeng, makanan gorengan. Sayuran berwarna hijau gelap dan jingga seperti wortel, buncis, bayam, caisim bisa dikonsumsi dalam jumlah lebih banyak, begitu pula dengan buah-buahan segar. Namun, perlu diperhatikan bila penderita menderita gangguan ginjal, konsumsi sayur-sayuran hijau dan makanan berprotein tinggi harus dibatasi agar tidak terlalu membebani kerja ginjal.
Selain mengontrol kadar gula secara teratur, melakukan diet makanan dan olahraga yang teratur menjadi kunci sukses pengelolaan diabetes. Dalam hal makanan misalnya, penderita diabetes harus memperhatikan takaran karbihidrat. Sebab lebih dari separuh kebutuhan energi diperoleh dari zat ini.
Penatalaksanaan diet obesitas :
a.       Diet rendah karbohidrat
b.      Melakukan olahraga / aktivitas
c.       Diet rendah lemak
d.      Pengaturan BB tetap ideal
Menu makanan untuk obesitas selama satu minggu :








BAB III
PENUTUP

A.         KESIMPULAN
Dari hasil menu yang telah disusun dapat disimpulkan bahwa obesitas dapat dicegah dan dapat ditangani dengan mengatur pola makan dan waktu makan yang tepat untuk penderita obesitas.


B.          SARAN
a.    Perbanyak makan serat dan kurangi makan yang berlemak dan berkarbohidrat tinggi
b.   Biasakan olahraga rutin dan menjaga pola makan
























DAFTAR PUSTAKA



PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MENGHADAPI DILEMA ETIK / MORAL PELAYANN KEBIDANAN

Menurut George R.Terry, pengambilan keputusan adalah memilih alternatif yang ada.
Ada 5 (lima) hal pokok dalam pengambilan keputusan:
1.     Intuisi berdasarkan perasaan, lebih subyektif dan mudah terpengaruh
2.     Pengalaman mewarnai pengetahuan praktis, seringnya terpapar suatu kasus meningkatkan kemampuan mengambil keputusan terhadap nsuatu kasus
3.     Fakta, keputusan lebih riel, valit dan baik.
4.     Wewenwng lebih bersifat rutinitas
5.     Rasional, keputusan bersifat obyektif, trasparan, konsisten

  • Faktor-Faktor  Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
1.      Posisi/kedudukan
2.      Masalah, terstruktur, tidak tersruktur, rutin,insidentil
3.      Situasi:faktor konstan, faktor tidak konstan
4.      Kondisi, faktor-faktor yang menentukan daya gerak
5.      Tujuan, antara atau obyektif

Kerangka Pengambilan Keputusan
Sistim pengambilan keputusan merupakan bagian dasar dan integral dalam praktek suatu profesi. Keberadaan yang sangat penting, karena akan menentukan tindakan selanjutnya.

  • Keterlibatan bidan dalam proses pengambilan keputusan sangat penting karena dipengaruhi oleh 2 hal :
1.     Pelayanan ”one to one” : Bidan dan klien yang bersifat sangat pribadi dan bidan bisa memenuhi kebutuhan.
2.     Meningkatkan sensitivitas terhadap klien bidan berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan.

Mengapa AKI AKB di Indonesia masih tinggi ? ada 3 keterlibatan pengambilan keputusan :
1.     Terlambat mengenali tanda – tanda bahaya kehamilan sehingga terlambat untuk memulai pertolongan
2.     Terlambat tiba di fasilitas pelayanan kesehatan
3.     Terlambat mendapat pelayanan setelah tiba di tempat pelayanan.
Contoh : - Dokter tidak ada, persediaan darah di PMI  habis
( Empat ) Tingkatan Kerja Pertimbangan Moral Dalam Pengambilan Keputusan Ketika Menghadapi Delima Etik.

TK I
Keputusan dan tindakan : Bidan merefleksikan pada pengalaman atau
                                              pengalaman rekan kerja.

TK II
Peraturan         : berdasarkan kaidah kejujuran ( berkata benar), privasi,
                      kerahasiaan dan kesetiaan ( menepati janji).
                     Bidan sangat familiar, tidak meninggalkan kode etik dan
                     panduan praktek profesi.

TK III
Ada 4 prinsip etik yang digunakan dalam perawatan praktek kebidanan:
a.     ANTONOMY, memperhatikan penguasaan diri, hak kebebasan dan pilihan individu.
b.     BENETICENCE, memperhatikan peningkatan kesejahteraan klien, selain itu berbuat terbaik untuk orang lain.
c.     NON MALETICENCE, tidak melakukan tindakan yang menimbulkan penderitaan apapun kerugian pada orang lain.
d.     YUSTICE, memperhatikan keadilan, pemerataan beban dan keuntungan. ( Beaucamo & Childrens 1989 dan Richard, 1997)

Dasar Pengambilan keputusan :
1.     Ketidak  sanggupan ( bersifat segera)
2.     Keterpaksaaan karena suatu krisis, yang menuntut sesuatu unutuk segera dilakukan.

Bentuk pengambilan keputusan :
1.     Strategi : dipengaruhi oleh kebijakan organisasi atau pimpinan, rencana dan masa depan, rencana bisnis dan lain-lain.
2.     Cara kerja : yang dipengaruhi pelayanan kebidanan di dunia, klinik, dan komunitas.
3.     Individu dan profesi : dilakukan oleh bidan yang dipengaruhi oleh standart praktik kebidanan.

Pendekatan tradisional dalam pengambilan keputusan :
1.     Mengenal dan mengidentifikasi masalah
2.     Menegaskan masalah dengan menunjukan hubungan antara masa lalu dan sekarang.
3.     Memperjelas hasil prioritas yang ingin dicapai.
4.     Mempertimbangkan pilihan yang ada.
5.     Mengevaluasi pilihan tersebut.
6.     Memilih solusi dan menetapkan atau melaksanakannya.

PENGAMBILAN  KEPUTUSAN  YANG  ETIS
Ciri 2nya:
1.Mempunyai pertimbangan yang benar atau salah
2.Sering menyangkut pilihn yang sukar
3. Tidak mungkin dielakkan
4. Dipengaruhi oleh norma, situasi, iman,lingkungan sosial


MENGAPA KITA PERLU MENGERTI SITUASI:
 1.U/ menerapakan norma-norma terhadap situasi
2.U/ melakukan perbuatan yang tepat dan berguna
3.U/ mengetahui masalah-masalah yang perlu diperhatikan

Kesulitan Dalam   Mengerti Situasi :
1.      Kerumitan situasi  dan keterbatasan pengetauan kita
2.      Pengertian kita terhadp situasi sering dipengaruhi oleh kepentingan, prasangka dan faktor 2 subyektif lain.

 Bagaimana Kita Memperbaiki Pengertian Kita Tentang Situasi:
             1.Melakukan penyelidikan yang memadahi
   2. Menggunakan sarana ilmiah dan keterangan para ahli
   3. Memperluas pandangan tentang situasi
             4. Kepekaan terhadap pekerjaan
             5.Kepekaan terhadap kebutuhan orang lain

Tips pengambilan keputusan dalam keadaan kritis :
1.     Identifikasi dan tegaskan apa masalahnya, baik oleh sendiri atau dengan orang lain.
2.     Tetapkan hasil apa yang diinginkan.
3.     Uji kesesuaian dari setiap solusi yang ada.
4.     Pilih solusi yang lebih baik.
5.     Laksanakan tindakan tanpa ada keterlambatan.

Pengambilan keputusan klinis adalah keputusan yg diambil berdasarkan kebutuhan dan masalahyang dihadapi klien, sehingga semua tindakan yang dilakukan bidan dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi klien yang bersifat emergensi, antisipasi, atau rutin.

Pengambilan Keputusan Klinis Tergantung:
a.     Pengetahuan
b.     Latihan Praktek
c.     Pengalaman

Pengambilan Keputusan Klinis yang benar dan tepat:
a.     Menghindari pekerjan atau tindakan rutin yamng tidak sesuai dgn kebutuhan klien
b.     Meningkatkan efektitivitas dan efesiensi pelayanan yang diberikan
c.     Membiasakan Bidan berfikir dan bertindak sesuai standart
d.     Memberikan kepuasan pelanggan

Dalam Kasus Emergensi Dan Menghadapi Situasi Panik : ada 2 Hal
a.       Mempertimbangkan satu solusi berdasarkan pengalaman dimasa
Lampau
b.      Meninjau simpanan pengetahuan yg relevan dgn keadaan tsb

Langkah 2 Pengambilan Keputusan Klinis Menggunakan
1.      Penilaian ( pengumpulan informasi)
2.      DX ( Penafsiran)
3.      Perencanan
4.      Intervensi
5.      Evaluasi

  • TEORI-TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1.      Teori  Utilitarisme:
 Ketika keputusan diambil, memaksimalkan kesenangan, meminimalkan ketidaksenangan.
2.      Teori Deontology
Menurut Immanuel Kant: sesuatu dikatakan baik bila bertindak baik. Contoh bila berjanji ditepati, bila pinjam hrus dikembalikan
3.      Teori Hedonisme:
Menurut Aristippos , sesui kodratnya, setiap  manusia mencari kesenangan dan menghindari ketidaksenangan.
4.      Teori Eudemonisme:
Menurut Filsuf Yunani Aristoteles , bahwa dalam setiap kegiatannya manusia mengejar suatu tujuan, ingin mencapai sesuatu yang baik bagi kiata