BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Kesejahteraan ibu dan anak dapat
dilihat dari tingginya Angka Kematian Ibu dan Anak (AKI dan AKA ). Di indonesia
angka AKI dan AKA masih termasuk tinggi dibandingkan dengan negara maju.
Walaupun mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, namun presentasinya
masihlah tinggi.
Hal tersebut juga ditentukan dari
kesehatan ibu. Salah satu penyebab kematian ibu dan bayi yaitu obesitas yang
dapat menyebabkan berbagai masalah. Sehingga obesitas harus dihindari dan
diatasi sengan benar. Salah satunya dengan mengatur menu makanan.
B. TUJUAN
1. Mengurangi
angka kematian ibu dan janin
2. Maningkatkan
kesehatan ibu hamil
3. Agar
persalinan berjalan dengan normal
4. Tidak
terjadi komplikasi yang tidak diinginkan
C. RUMUSAN
MASALAH
1. Bagaimana
ibu hamil dapat mengalami obesitas ?
2. Bagaimana
cara pencegahan sehingga tidak mengalami obesitas ?
3. Apa
saja komplikasinya bila ibu mengalami obesitas ?
BAB II
ISI
A. DEFINISI
Obesitas
adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang
berlebihan. Obesitas selalu berdampak buruk pada setiap orang yang
mengalaminya. Begitu pun pada ibu hamil yang mengalami obesitas baik sebelum
maupun saat kehamilan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan American college
of obstetrics and gynecology, obesitas selama kehamilan dapat membahayakan
untuk ibu dan bayi. Ibu hamil yang obesitas akan mudah terkena komplikasi
termasuk diabetes selama kehamilan dan preeklampsia atau toxemia (gangguan yang
muncul saat kehamilan dan biasanya saat usia kehamilan mencapai 20 minggu).
Kelebihan
berat badan pada ibu hamil akan mengakibatkan bayi lahir prematur, sulitnya
proses melahirkan karena pertumbuhan atau berat badan bayi lebih besar daripada
seharusnya, kesulitan bernafas dan kerusakan pada otak.
B. PENYEBAB
OBESITAS
Kebanyakan
ibu hamil mengalami obesitas karena kelebihan makan. Mitos yang mengatakan
bahwa ibu hamil makan untuk dua orang menjadikan para ibu hamil makan dengan
porsi berlebih. Akhirnya terjadilah penumpukan kalori dan sisa asupan energi
yang berujung pada diabetes. Mitos tersebut keliru, sebenarnya kebutuhan makan
ibu hamil hanya naik rata-rata 10-15 %. Saat ini kasus diabetes pada masa
kehamilan (gestatitional diabetic) semakin meningkat, penyebab utamanya adalah
obesitas. Akibat peningkatan resiko tersebut, setiap ibu hamil diwajibkan
melakukan screening kadar gula darah terutama saat usia kehamilan menginjak
minggu ke 24 -28.
C. GEJALA
OBESITAS
Penimbunan
lemak yang berlebihan dibawah diafragma dan di dalam dinding dada bisa menekan
paru-paru, sehingga timbul gangguan pernafasan dan sesak nafas, meskipun
penderita hanya melakukan aktivitas yang ringan. Gangguan pernafasan bisa
terjadi pada saat tidur dan menyebabkan terhentinya pernafasan untuk sementara
untuk sementara waktu (tidur apneu), sehingga pada siang hari penderita sering
merasa gemuk. Obesitas bisa menyebabkan berbagai masalah ortopedik, termasuk
nyeri punggung bawah dan memperburuk osteortritis (terutama di daerah pinggul,
lutut, dan pergelangan kaki). Kadang juga sering ditemukan kelainan kulit.
Seseorang yang menderita obesitas memiliki permukaan tubuh yang relatif lebih
sempit dibandingkan dengan berat badannya, sehingga panas tubuh tidak dapat
dibuang secara efisien dan mengeluarkan keringat yang lebih banyak. Sering juga
ditemukan edema (pembengkakan akibat penimbuna sejumlah cairan) di daerah
tungkai dan pergelangan kaki.
D. RESIKO
OBESITAS
Obesitas
bukan hanya tidak enak dipandang mata tetapi merupakan dilema kesehatan yang
mengerikan. Obesitas secara langsung baerbahaya bagi kesehatan seseorang.
Obesitas meningkatkan resiko terjadinya sejumlah penyakit menahun seprti :
1. Diabetes
tipe 2 (timbul pada masa dewasa)
2. Tekanan
darah tinggi (hipertensi)
3. Stroke
4. Serangan
jantung (infark miokardium)
5. Gagal
jantung
6. Kanker
(jenis kanker tertentu, misalnya kanker prostat dan kanker usus besar)
7. Batu
kandung empedu dan batu kandung kemih
8. Tidur
apneu (kegagalan untuk bernafas secara normal ketika sedang tidur, sehingga
menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dalam darah)
9. Syndroma
pickwickian (obesitas disertai wajah kemerahan, under ventilasi dan ngantuk)
E. DAMPAK
OBESITAS PADA IBU HAMIL
1. Meningkatnya
angka kematian bayi
2. Bayi
yang dilahirkan terganggu pertumbuhannya
3. Kesuburan
menurun
4. Tekanan
darah tinggi
5. Diabetes
(gestatitional diabetik)
6.
Membutuhkan operasi secar
7. Ibu
mengalami preeklampsia
F. PRINSIP
DIET IBU HAMIL DENGAN OBESITAS
a.
Tujuan diit pada ibu hamil dengan
obesitas
Ø Memberikan makanan rendah kalori guna mencapai berat badan normal
Ø Mempertahankan tumbuh kembang bayi yang normal
Ø Mempertahankan kesehatan ibu hamil
Ø Menghindari terjadinya komplikasi kehamila
b.
Syarat diit pada ibu hamil dengan
obesitas
Ø Kalori dikurangi sebanyak 500-700 dibawah kebutuhan normal. Pengurangan
konsumsi karbohidrat dan lemak
Ø Protein tinggi untuk pertumbuhan bayi dan pembentukan sel darah merah
Ø Tinggi vitamin dan mineral
Ø Tinggi serat untuk memberi rasa kenyang
c.
Pedoman untuk mengurangi lemak
Ø Sayuran-sayuran
a. Kurangi konsumsi sayuran dengan bumbu kacang yang digoreng, ganti dengan
bumbu kacanga yang disangrai
b. Batasi konsumsi sayuran dengan bumbu kelapa yang berlebihan (seperti,
urapan), atau santan kental
c. Batasi konsumsi sayuran dengan dressing keju yang berlebihan, contohnya
salad
d. Komsumsi sayuran dengan cara direbus, dikukus, didalam bentuk segar
Ø Buah-buahan
a. Konsumsi buah-buahan dalam bentuk segar
b. Kurangi konsumsi buah-buahan yang berlemak
Ø Nasi, sereal dan roti
a. Kalau bisa konsumsi nasi beras tumbuk/ nasi agar dan roti yang
mengandung bekatul/ havermouth
b. Batasi serela dan krackers yang berminyak/ mengandung lemak lebih dari 2
potong/hr
c. Batasi kebiasaan sarapan dengan roti mentega dan susu full cream
Ø Susu
a. Gunakan susu skim, susu kedelai atau yogurth yang rendah lemak
b. Pilih keju rendah lemak, misalnya Cottage Cheese
c. Pilih es krim yang tidak mengandung susu, misalnya es krim yang terbuat
dari sari buah
d. Pilih makanan pencuci mulut yang terbuat dari makanan berserat seperti
agar-agar dengan saus dari susu krim
Ø Protein
a. Pilih daging tidak berlemak dan berwarna cerah seperti daging ayam kampung
(tanpa kulit), ikan, dll
b. Hindari konsumsi jerohan, daging berlemak, otak, kepala dan brutu ayam
c. Tingkatkan konsumsi protein nabati sebagai pengganti, seperti tahu,
tempe, kacang hijau, dll
d. Batasi konsumsi lauk yang digoreng, diolah dengan santan kental
e. Masak dengan cara merebu, memanggang, menumis, memepes
Ø Lemak
Kurangi konsumsi minyak goreng sampai 1
sendok makan per hari (10 gr)
G. MENU
MAKANAN UNTUK PENDERITA OBESITAS PADA IBU HAMIL
Yang
perlu dibatasi adalah makanan berkalori tinggi seprti nasi, daging berlemak,
jeroan, kuning telur. Juga makanan berlemak tinggi seperti es krim, ham, sosis,
cake, cokelat, dendeng, makanan gorengan. Sayuran berwarna hijau gelap dan
jingga seperti wortel, buncis, bayam, caisim bisa dikonsumsi dalam jumlah lebih
banyak, begitu pula dengan buah-buahan segar. Namun, perlu diperhatikan bila
penderita menderita gangguan ginjal, konsumsi sayur-sayuran hijau dan makanan
berprotein tinggi harus dibatasi agar tidak terlalu membebani kerja ginjal.
Selain
mengontrol kadar gula secara teratur, melakukan diet makanan dan olahraga yang
teratur menjadi kunci sukses pengelolaan diabetes. Dalam hal makanan misalnya,
penderita diabetes harus memperhatikan takaran karbihidrat. Sebab lebih dari
separuh kebutuhan energi diperoleh dari zat ini.
Penatalaksanaan
diet obesitas :
a. Diet
rendah karbohidrat
b. Melakukan
olahraga / aktivitas
c. Diet
rendah lemak
d. Pengaturan
BB tetap ideal
Menu makanan untuk
obesitas selama satu minggu :
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari
hasil menu yang telah disusun dapat disimpulkan bahwa obesitas dapat dicegah
dan dapat ditangani dengan mengatur pola makan dan waktu makan yang tepat untuk
penderita obesitas.
B.
SARAN
a. Perbanyak
makan serat dan kurangi makan yang berlemak dan berkarbohidrat tinggi
b. Biasakan olahraga
rutin dan menjaga pola makan
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar